BELAJAR NYABLON SENDIRI DAN BERKREASI DAPAT UANG

Minggu, 14 Februari 2010

Indonesia adalah Negara agraris yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian dalam bidang pertanian.
Salah satu ciri hasil pertanian kita adalah meninggalkan barang sisa hasil atau limbah setelah tanamannya dipanen atau di pungut hasilnya. Limbah pertanian dinegara kita meliputi berbagai jenis seperti sisa-sisa hasil penanaman padi, jagung, kacang-kacangan, kotoran ternak, serbuk gergaji, ekor dan kepala udang, dan sebagainya.
Limbah pertanian tersebut sampai kinibaru sebagian kecil saja yang dimanfaatkan sejumlah besar sisanya kebanyakan dibuang berupa sampah yang dalam beberapa hal dapat menimbulkan pencemaran.
Dalam buku bacaan ini, ditulis berbagai hal mengenai limbah pertanian berikut pemanfaatannya serta kemungkinan-kemungkinan pemanfaatannya dimasa mendatang, tulisan tersebut disajikan terutama kepada anak-anak sebagai usaha menambah pengetahuan mereka sebagai bekal dikemudian hari.
Setelah membca buku ini muudah-mudahan pikiran mereka menjadi terbuka dan terdorong niatnya untuk mengetahui lebih banyak mengenai dunia pertanian kita.


1.TEPUNG TULANG
Sampah,Bau dan menjijikkan itulah tulang hewan ternak yang dagingnya telah kita konsumsi tiap hari tapi apakah anda tau kalau tulang juga bisa mendatangkan untung yang besar buat kita? Mungkin 3% dari 100% yang tau tentang itu. Nah kebetulan disini saya mempunyai beberapa ide yang bisa dibilang cukup kreatif yaitu merubah tulang menjadi pendapatan kita tiap hari dengan cara mengolah tulang hewan ternak menjadi tepung yang kualitasnya tidak kalah dengan tepung-tepung yang ada dipasaran sekarang ini meski cara pembuatanya membutuhkan waktu yang cukup lama siiih, tapi itukan bisa menambah pendapatan kita dan mungkin juga bisa membawa kita menjadi pengusaha yang sukses karena gak kurang orang yang sekarang sukses dulunya mustahil untuk menjadi seperti sekarang ini, maka dari itu kita harus selalu berfikkiran optimis jangan hanya pesimis menyerah sebelum berperang bukan zamannya kalau sekarang kayak gituuuu….
Hasil sampingan perusahaan para penjjual daging adalah tulang hewan. Daging tulang rawan mamupun tulang tua adakalanya juga terjual habis, sekalpun begitu, tentu saja nantinya akan terbuang ditempat sampah, setelah dagingnya dimakan. Tulang hewan itu juga sering dimasak sebagai pengganti sayur tetapi tidak ikut dimanakan. Dengan begitu sisa-sisa makanan itu dibuang dengan percuma.
Bagi kita yang tidak tau pemanfaatan tulang-tulang hewan sisa-sisa itu memnag lebih baik menjadi penghuni tempat sampah, tapi tidak halnya bagi mereka yang kreatif dan tau cara pemanfaatanya
Tulang-tulang itu setelah diolah dengan cara-cara tertentu akhirnya didapat tepung tulang dan getaline atau zat perekat tentunya keduanya laku dijual dipasaran.
Ternyata tidak semua jenis tulang bisa dibuat menjadi tepung dengan hasil yang memuaskan, hewan dari hewan ternak lembu, kerbau, kuda maupun babi yang sudah dewasa yang paling baik jika dijadikan tepung tulang lagi pula tulangnya yang belum lama disimpan tapi kalau sudah bertahun-tahun tepungnya kurang baik hasil yang didapat.
Pada umumnya 20-30% berat badan ternak adalah berat tulangnya walaupun tergantung dari jenis ternak maupun umurnya. Hewan-hewan itu setelah dipotong kemudian daging dan tulangnya dijual. Dengan demikian untuk mendapatkan tulang dalam jumlah banyak, pengusaha tepung tulang harus menghubungi pembeli daging. Rumah makan, pabrik pengalengan daging, dan juga pengusaha makanan adalah tempat-tempat yang biasanya menjual tulang -tulang sisa.
2.DIREBUS TERLEBIH DAHULU
Tulang-tulang yang akan dijadikan tepung mula-mula dipotongi yang panjangnya kira-kira sama, misalnya 10 cm setelah itu dibersihkan dari kotoran yang masih melekat, supayah mudah dibersihkan kumpulan itu direbus dengan air sampai mendidih selama sekitar 4 jam.tulang rebus tadiakan lebih mudah dibersihkan lagi pula baunya kurang sedap pun akan lenyap setelah bersih lalu dijemur sampai kering dan ditumbuk sehingga menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Tulang-tulang yang telah remuk tadi lalu direndam dalam air kapur 10% (100 gram kapur dilarutkan dalam 1 liter air) selama kira-kira 1—1,5 bulan lebih.perendaman itu biasanya dilakukan dalamsuatu bak terbuat dari semen, dari bak ini tulang dicuci dalam bak lain yang berisi air tawar sehingga lapisan kapurnya hilang.
Untuk memisahkan zat perekat atau getalin dari tulang, maka tulang yang telah bersih itu direbus. Mula-mula selama 4-5 jam pada suhu 60CC, lalu selama 4 jam dalam suhu 70cc . akirnya direbus pada suhu 100cc selam 5-6 jam.air rebusan dikumpulkan ditempat lain air ini kelak dimasak lebih lanjutuntuk diambil getalinnya.
Tulang yang sudah terpisah dari cairan getalin tadi kemudian dikeringkan dalam ruangan khusus yang suhunya 100cc , laludilumatkan dengan mesin penumbuk sampai halus atau mesin penggiling. Tepung yang didapat sudah siap dijual kepasaran.
Tepung tulang yang mutunya baik biasanya harus memenuhi beberapa syarat, misalnya warna tepung keputih-putihan, kadar airnya lebih tinggi 5%, tidak berbau, dan tidak mengandung bibit penyakit; kadar tepungnya mencapai sekitar 95%.


0 komentar:

Posting Komentar

Grab this Widget ~ Blogger Accessories
 
bottom